Permata Tersembunyi di Lereng Lawu: Menjelajahi Pesona Candi Muncar Bubakan

foto bendungan Muncar

WONOGIRI – Di tengah hiruk pikuk modernitas, Kabupaten Wonogiri menyimpan sebuah permata alam yang mulai bersinar, menawarkan ketenangan dan keasrian yang langka. Inilah Candi Muncar di Desa Bubakan, Kecamatan Girimarto—sebuah destinasi yang meski bernama “Candi”, namun menyajikan pesona telaga dan pegunungan yang menyejukkan, menjadikannya magnet baru bagi pencinta wisata alam.

Terletak di ketinggian sekitar 1.170 meter di atas permukaan laut (mdpl) di lereng Pegunungan Lawu Selatan, Candi Muncar menyuguhkan perpaduan sempurna antara udara pegunungan yang sejuk, segar, dan panorama alam yang memanjakan mata.

Bukan Candi Biasa: Daya Tarik Utama Candi Muncar

Meskipun namanya mengingatkan pada situs purbakala, Candi Muncar sebenarnya adalah sebuah telaga buatan (bendungan) yang menampung air dari sungai berhulu di Lawu. Daya tarik utamanya terletak pada:

  • Keindahan Telaga yang Menenangkan: Telaga yang dikelilingi perbukitan hijau menciptakan refleksi yang memukau. Suasana yang sunyi dan damai sangat cocok bagi wisatawan yang ingin healing dan melepaskan penat dari rutinitas kota.
  • Interaksi dengan Ikan Koi: Salah satu aktivitas favorit keluarga adalah memberi makan ratusan ikan koi dan nila yang hidup di telaga. Pakan ikan yang dijual di warung sekitar menambah kesenangan, terutama bagi anak-anak.
  • Sensasi Naik Sampan: Pengunjung dapat menyewa sampan untuk berkeliling telaga, merasakan sensasi dayung yang syahdu di atas air yang jernih.
  • Udara Sejuk Khas Pegunungan: Berada di lokasi yang tinggi, suhu udara di Candi Muncar sangat sejuk dan segar, menjadikannya pelarian ideal dari panas.
  • Akses ke Air Terjun Muncar: Bagi petualang, terdapat jalur trekking menuju Air Terjun Muncar yang menjadi sumber air telaga. Perjalanan ini menyuguhkan pemandangan alam yang masih sangat alami.

Potensi Wisata yang Tengah Berkembang

Candi Muncar bukan sekadar tempat singgah, melainkan sebuah kawasan dengan potensi pengembangan wisata yang besar. Kawasan Bubakan juga dikenal sebagai sentra penghasil komoditas pertanian, seperti sayuran, padi, dan kakao.

“Kawasan Candi Muncar menawarkan potensi yang tak jauh berbeda dengan daerah wisata populer seperti Tawangmangu, berkat kondisi geografis yang serupa. Pengembangan kawasan ini bisa dipadukan dengan konsep agro wisata pertanian sayur organik,” ujar salah seorang pengamat wisata lokal.

Saat ini, pengelolaan Candi Muncar yang sebagian besar masih dilakukan secara swadaya oleh masyarakat setempat telah menunjukkan kegigihan dalam menjaga kelestarian dan kebersihan area. Fasilitas pendukung seperti warung makan sederhana, gazebo, musala, dan toilet sudah tersedia, meskipun masih perlu pembenahan lebih lanjut untuk menampung lonjakan wisatawan di masa depan.

Catatan Perjalanan: Rute dan Tips Berkunjung

Destinasi ini terletak sekitar 25-32 km dari Kota Wonogiri. Akses menuju lokasi, meskipun sudah berupa jalan beton, masih didominasi tanjakan dan tikungan khas pegunungan. Oleh karena itu, wisatawan disarankan untuk:

  1. Memastikan Kondisi Kendaraan Prima: Lokasi yang berada di ketinggian menuntut performa kendaraan yang optimal.
  2. Membawa Uang Tunai Secukupnya: Transaksi umumnya masih dilakukan secara tunai, termasuk untuk tiket masuk yang sangat terjangkau (rata-rata Rp5.000 per orang) dan sewa sampan.
  3. Datang Lebih Awal: Waktu terbaik adalah pagi hari untuk menikmati kabut tipis dan udara paling segar, serta menghindari potensi gelapnya jalan saat pulang menjelang malam.

Candi Muncar di Bubakan adalah undangan untuk kembali menyatu dengan alam. Dengan pesona telaga yang damai, udara yang menyejukkan, dan potensi agrowisata yang menarik, destinasi ini siap menjadi ikon baru wisata alam Kabupaten Wonogiri, asalkan terus mendapat dukungan dalam pengembangan infrastruktur dan pengelolaan yang terstruktur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Search

Popular Posts

Categories

Archives

Tags